::ASSALAMUALAIKUM~PEACE BE UPON US :: AHLAN WASAHLAN:: SELAMAT DATANG

Sunday, May 27, 2012

Nak tegur..tapi

.. tak berani...~

Bismillahirahmanirahim..da tak taw nk letak tajuk ape...lukisan tak seberapa..moga ada manfaatnya..^_^ (sila klik pd gambar utk baca dgn lbih jelas)
tajuk diatas adalah ulangan post..kali ini,, topik yang sama..tapi perasaan saya cukup berbeza...
hari ini PTSL, sedang gigih nak siapkan tesis..oleh kerana tiada tempat, saya duduk bdekatan dgn  pasangan yang sedang menuntut ilmu bersama, tapi saya tak tahu  dimana keberkatannya bila maksiat bersama mereka..
Bila kawan-kawan buka topik kapel dan sebagainya, saya slalu buru-buru mahu pulang, saya rasa tempat saya bukan di situ,.. saya cuba positif, mungkin Allah letakkan saya disitu supaya saya buat sesuatu tapi tak ade ape-ape pon yang saya buat..saya hanya mampu tahan air mata.. sy tak dapat cakap apa-apa malah saya terdiam..kelu..kepala ligat memilih kata dan bahasa..tapi tak tahu kenapa semuanya tak keluar-keluar dari bibir ini. Sedar- sedar, saya sedang menyapu air mata sendiri..ketika itu mereka semua sudah melangkah pergi.
Setiap kali saya begini,  saya merasakan  saya adalah orang yang cukup dhaif dan kasihan=(
Saya selalu berbicara sendiri..”Cukuplah menangis dan buatlah sesuatu, sungguh tangisan itu tak mampu merubah apa-apa..”
Bila orang mngutuk hamba allah yang berbuat 'buruk’, saya selalu sedih dan malu dengan diri saya, sebab orang-orang  itu adalah rakan-rakan, ahli keluarga  yang terdekat dengan saya.. sungguh, demi ALLAH saya cukup  terasa.. siapa yg tidak terasa jika orang yang disayangi itu diper’kata’kan oleh orang lain..saya rasa saya cukup kenal mereka,, tetapi ‘perbuatan mereka yang satu itu sering saja buat saya seolah-olah langsung tidak ‘mengenali’ mereka.. saya ter’kilan’..ikut hati mahu sahaja men’jauh’kan diri..agar tidak ter’palit’ sama..
Bukan ‘salah’ mereka tapi ‘salah’ saya..sy ‘tahu’ tapi mereka ‘tak tahu’..sy ‘sedar’ tapi mereka ‘tak sedar’..kenapa bukan saya menyedarkan mereka?? Ahh,, alas an saya, TAK MAMPU, lemahnya iman saya...kerapkali dengan seribu satu alasan!..tak tahu Allah perlu beri ‘mukjizat’  apa pula pada saya agar saya ‘mampu’...
Mereka itu sebuah ‘kesedaran’ buat saya..Allah pilih mereka untuk diuji , bukan saya, sebab Allah tahu saya tak mampu.. bila melihat mereka, saya bermuhasabah diri, saya belajar dan mengambil iktibar dari mereka..
moga kalian diberi kekuatan utk  satu perubahan~saya sering doakan kalian..mungkin itu je yg saya mampu..

~luahan seseorang yang sedang kecewa dgn diri sendiri~ layakkah aku bergelar ‘pendakwah’?? ketika ini, masih saja mengelap air mata.. sedang keadaan diluar terus-terusan seperti itu..

Friday, May 25, 2012

~Ukhwah kita..dimana??~


Bismillahirahmanirrahim, syukran kepada sahabat-sahabat fssk atas usrah semalam, perkongsian tentang ukhuwwah islamiyyah yang begitu bermakna, cukup menyentuh dan terkesan kerana akhir-akhir ini kita seringkali menduga dan terduga, diuji dan teruji dengan ukhwah kita yang seringkali turun naik, ada masanya tinggi menggunung sampai ke langit, ada suatu ketika, seolah-olah terperosok jauh menyembah bumi~
Sungguh..kalian “adik beradik’ seringkali buatkan hati ini terusik dengan perkongsian ilmu, lontaran pandangan, luahan rasa, gelak tawa dan sebagainya membuatkan hati ini pasti akan merindu.. 3 tahun di fssk, sebuah medan tarbiyah buat hamba yang hina ini ditemani susuk-susuk kerdil ‘pejuang’ yang bergelut menegakkan kalimah ‘ISLAM’ dicelah-celah kesibukan manusia mengejar dunia, hanyut lantaran alpa..‘pejuang2’ ini kukira terasing di tengah ramai namun kekuatan ukhwah yang bertunjang aqidah ini membuatkan yang ‘sedikit’ itu terasa ‘banyak’. Keterasingan ini membuatkan kami saling mengharapkan bunga uhkwah yang sentiasa dibaja dan disiram itu kekal segar agar tidak layu, berguguran ditiup bayu ~
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti…pada musim bunga ini, kita memetik kuntuman di jambangan yang indah, bila tiba musim luruh, kita berjalan dibawah dedaun kering yang berguguran, apabila musim panas tiba, kita nikmati ia se'hangat' ukhwah kita~ semuanya tidak kekal, namun ia pasti berganti ..Subhanallah, segalanya indah pada kaca mata positif dan optimis…
Terima kasih sahabat2 atas sebuah ukhuwwah yang membuatkan diri ini sentiasa kuat..ah!! saya tahu, perjuangan tak perlukan kenangan, namun kenangan itulah yang menjadi azimat dalam perjuangan..maaf kiranya selama kita bersahabat, ada antara kalian yg rasa terzalimi atau tersakiti, ada hak kalian yang tidak tertunai oleh diri.. sungguh! saya tidak sengaja..kalau ingin dituntut, tuntutlah sekarang, tidak mahu kita yang berukhuwwah didunia ini, bermusuh pula di akhirat kelak~lepas  saya 'pergi' , minta halalkan semuanya agar saya tenang~
Pelbagai lontaran dalam usrah semalam, dan...yang ini juga antara kisah sebuah ukhuwwah~moga kita sama2 ambil pengajaran ~(saja amik kisah ni…sebab suke bahasa dia..menyentuh^_^)
                                                   ....................................
“Akhi… ukhti… Izinkan aku cuti dari dakwah ini”
Jalanan ibukota masih saja ramai hingga larut malam ini, dengan kenderaan yang bertali arus, juga dengan kehidupan manusia-manusia malam yang seakan tidak akan pernah mati. Namun kini hatiku tak seramai jalanan di kota ini. Sunyi… Itulah yang sedang kurasakan. Bergelut dengan aktiviti dakwah yang menyita banyak perhatian, baik tenaga, harta, waktu dan sebagainya, seakan menempa diriku untuk terus belajar menjadi mujahid tangguh. Tapi kini, hatiku sedang dirundung kegalauan. Galau akan saudara-saudaraku dalam barisan dakwah yang katanya amanah, komitmen, bersungguh-sungguh namun seakan semua itu hanyalah teori-teori dalam pertemuan mingguan. Hanya dibahas, ditanya-jawabkan untuk kemudian disimpan dalam catatan kecil atau buku agenda yang sudah lusuh hingga hari kemudian mempertemukan mereka lagi, tanpa ada amal perbaikan yang lebih baik. Ya… mungkin itu yang ada dibenakku saat ini tentang su’udzhan-ku terhadap mereka, setelah seribu satu alasan untuk berhusnudzhan.
Kini kutermenung kembali akan hakikat dakwah ini. Sebenarnya apa yang kita cari dari dakwah? Dimanakah yang dinamakan konsep amal jama’i yang sering diceritakan indah? Apakah itu hanya pemanis cerita tentang dakwah belaka? Apakah ini yang disebut ukhuwah? Sering terlontarkannya kata-kata “afwan akh, ana  tak dapat bantu banyak…” atau sms yang berbunyi “afwan akh, ana tak dapat datang untuk syuro malam ini…” atau kata-kata berawalan “afwan akh…” lainnya dengan seribu satu alasan yang membuat seorang akh tidak bisa hadir untuk sekadar merencanakan strategi-strategi dakwah akan datang. Kalau memang seperti itu hakikat dakwah maka cukup sudah “Izinkan aku untuk cuti dari dakwah ini”, mungkin untuk seminggu, sebulan, setahun atau bahkan selamanya. Lebih baik aku konsenstrasi dengan studiku yang kini sedang berantakan, atau dengan impian-impianku yang belum terpenuhi, atau… dengan lebih memperhatikan ayah dan ibuku yang sudah semakin tua, tanpa aku pun dakwah tetap berjalan, bukan???

Sahabat-sahabatku… . Memang dalam dunia dakwah yang sedang kita lalui seperti sekarang ini, tidak jarang kita mengalami konflik atau permasalahan. Dari sekian permasalahan tersebut terkadang ada konflik-konflik yang timbul di kalangan aktivis dakwah sendiri. Pernah suatu ketika dalam aktiviti sebuah barisan dakwah, ada seorang ikhwan yang mengutarakan sakit hatinya terhadap saudaranya yang tidak amanah dengan tugas dan tanggungjawab dakwahnya. Di lain waktu, seorang akhwat “minta cuti” lantaran sakit hatinya terhadap akhwat lain yang sering kali dengan seenaknya berlagak layaknya seorang bos dalam berdakwah.
Pernah pula suatu waktu seorang kawan bercerita tentang seorang ikhwan yang terzalimi oleh saudara-saudaranya sesama aktivis dakwah. Sebuah kisah nyata yang tak pantas untuk terulang namun penuh hikmah untuk diceritakan agar menjadi pelajaran bagi kita. Ceritanya, di akhir masa kuliahnya sebut saja si X (ikhwan yang terzalimi) hanya mampu menyelesaikan studinya dalam waktu yang terlalu lama, enam tahun. Sedangkan di lain sisi, teman-temannya sesama (yang katanya) aktivis dakwah lulus dalam waktu empat tahun. Singkat cerita, ketika si X ditanya mengapa ia hanya mampu lulus dalam waktu enam tahun sedangkan teman-temannya lulus dalam waktu empat tahun? Apa yang ia jawab? Ia menjawab “Aku lulus dalam waktu enam tahun karena aku harus bolos kuliah untuk mengerjakan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan oleh saudara-saudaraku yang lulus dalam waktu empat tahun.”
Subhanallah… di satu sisi kita merasa bangga dengan si X, dengan kesanggupannya yang tinggi beliau rela untuk bolos dan mengulang mata kuliah demi terlaksananya roda dakwah agar terus berputar dengan mengakumulasikan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan teman-temannya. Namun di sisi lain kita pun merasa sedih… sedih dengan kader-kader dakwah (saudara-saudaranya Si X) yang dengan berbagai macam alasan duniawi rela meninggalkan tugas-tugas dakwah yang seharusnya mereka kerjakan.

Sahabat…. Semoga kisah tersebut tidak terulang kembali di masa kita dan masa setelah kita, cukuplah menjadi sebuah pelajaran berharga. Ya, setiap aktifis dakwah adalah manusia-manusia yang memiliki hati yang tentu saja berbeza-beza. Ada aktivis yang hatinya kuat dengan berbagai macam tingkah laku aktivis lain yang dihadapkan kepadanya. Tapi jangan pula kita lupa bahwa tidak sedikit sahabat yang tiada memiliki ketahanan tinggi dalam menghadapi tingkah polah sahabat lain yang kadang memang sarat dengan kekecewaan yang sering kali berbuah pada timbulnya sakit hati. Dan kesemuanya itu adalah sebuah kewajaran sekaligus realiti yang harus kita fahami  dan terima.

Namun apakah engkau tahu wahai sahabat-sahabatku? Tahukah engkau bahwa seringkali kita melupakan hal itu? Seringkali kita memukul rata perlakuan kita kepada sahabat-sahabat kita sesama aktivis dakwah, dengan diri kita sebagai parameternya. Begitu mudahnya kita melontarkan kata-kata “afwan”, “maaf” atau kata-kata manis lainnya atas kelalaian-kelalaian yang kita lakukan, tanpa diikuti dengan kesedaran bahwa sangat mungkin kelalaian yang kita lakukan itu ternyata menyakiti hati saudara kita. Dan bahkan sebagai pembenaran kita tambahkan alasan bahwa kita hanyalah manusia biasa yang juga dapat melakukan kekeliruan. Banyak orang bilang bahwa kata-kata “afwan”, “maaf” dan sebagainya akan sangat tak ada artinya dan akan sia-sia jika kita terus-menerus mengulangi kesalahan yang sama.

Wahai sahabat-sahabatku… memang benar bahwasanya aktivis dakwah hanyalah manusia biasa, bukan malaikat, sehingga tidak luput dari kelalaian, kesalahan dan lupa. Tapi di saat yang sama sadarkah kita bahwa kita sedang menghadapi susuk yang juga manusia biasa? bukan superman, bukan pula malaikat yang bisa menerima perlakuan seenaknya. Sepertinya adalah sikap yang naif ketika kesedaran bahwa aktifis dakwah hanyalah manusia biasa, hanya ditempelkan pada diri kita sendiri. Seharusnya kesadaran bahwa aktifis dakwah adalah manusia biasa itu kita tujukan juga pada saudara kita sesama aktivis dakwah, bukan cuma kepada kita sendiri. Dengan begitu kita tidak bisa dengan seenaknya berbuat sesuatu yang dapat mengecewakan, membuat sakit hati, yang bisa jadi merupakan sebuah kezaliman kepada saudara-saudara kita.

Sahabat…adalah bijaksana bila kita selalu menempatkan diri kita pada diri orang lain dalam melakukan sesuatu, bukan sebaliknya. misalnya kita terlambat atau tidak dapat datang dalam sebuah aktiviti dakwah atau melakukan kelalaian yang lain, bukan hanya kata “afwan” yang terlontar dan membenarkan bahwa kita manusia biasa yang bisa terlambat atau lalai yang kita tujukan untuk saudara kita. Tapi sebaliknya kita harus dapat merasakan bagaimana seandainya kita yang menunggu keterlambatan itu? Atau bagaimana rasanya berjuang sendirian tanpa ada bantuan dari saudara-saudara kita? Sehingga dikemudian hari kita tidak lagi menyakiti hati bahkan menzalimi saudara-saudara kita. Sehingga kata-kata “Akhi… ukhti… Izinkan aku cuti dari dakwah ini” tidak terlontar dari mulut saudara-saudara kita sesama aktivis dakwah.
Semoga…

Tuesday, April 24, 2012

BaHAgiA itU piLIHaN~



Kerap kali manusia merasakan bahawa orang lain lebih bahagia daripadanya. Pepatah inggeris menyebut ‘rumput di seberang sana kelihatan lebih hijau’. Manusia memang tidak pernah puas. Hidup dilihat sebagai suatu pertandingan dan perbandingan. Bukan suatu kesyukuran untuk dikongsikan

Suatu hari, seseorang bertanya..adakah kamu bahagia?

Persoalan datang menerjah, hati mula terusik .Saya terhenyak ke penjuru jiwa, mencari kata menggambarkan rasa. Semakin diselam, semakin dalam. .Bahagia itu apa? 

Manusia menilai bahagia itu dari ‘materi’. Sedangkan bahagia itu subjektif dan relatif sifatnya.

Bahagia itu datang dari hati yang tenang. Hati yang segar mengingati Allah, hidup dilalui dengan penuh kesyukuran, hari–hari mendatang dihiasi dengan harapan yang membunga pada sang pencinta. Bersangka baik. Seringkali ujian datang menerpa, silih berganti, namun semuanya suatu kenikmatan..

Ah, bicara tentang bahagia..sukarnya menggambarkan rasa. Cukuplah dikatakan dalam ketenangan jiwa seorang hamba, datanglah kebahagiaan. Dia patuh pada tuhannya. Musibah melanda, dia tidak pernah merajuk atau mempersoalkan pada tuhannya. Ada kesedihan pada riak wajahnya, ada tangisan terlerai dipipinya namun tidak ada seguris luka pada hatinya..jiwanya pasrah, redha dan menerima. Katanya, semuanya pasti baik-baik sahaja.

Katanya lagi ada natijah dan hikmah tersembunyi disebaliknya, cuma lambat dan cepat saja kita melihatnya kerana pengetahuan yang amat terbatas, ilmu kita yang sedikit. Sukar kita membaca percaturan tuhan..namun yakinlah tiap-tiap yang DIA didatangkan, pasti itu yang terbaik..

Bila DIA membuat pilihan..

Adakalanya kita merasakan pilihan kita itu yang terbaik,.bukan seperti yang DIA caturkan seolah-olahnya kita lebih tahu dari DIA. lantas jiwa meronta-ronta menggugah teguhnya keimanan. Dimana letaknya keyakinan pada sang pencipta?
Kata kita ‘jika bukan yang itu..pasti tidak buat yang lain..’ kita sedang berkira-kira dan bertarik tali dengan DIA. Sedang pelbagai ‘ruang dan ‘peluang’ yang terbuka cuma kita ‘buta’ hati untuk melihat...dengan  menyedari dan menginsafi akan hakikat kehambaan ini membuatkan kita tidak dapat untuk bersedih lama. Atas pengetahuan kita yang terlalu sedikit, dangkal dan amatlah dhaif..tidak wajar kita menangisi akan suatu yang kita tidak tahu!


Wahai orang-orang yang beriman. Yakinlah hari ini pasti ada bahagia dan begitulah hari-hari yang mendatang..pasti..!! Telah datang ribuan hari ..kita menikmati ‘ cinta’ nya. Ujian datang dan pergi namun kita masih ‘bahagia’ kerana maha adil Allah tidak meletakkan bahagia itu pada kekayaan kerana si miskin pasti terasa diabaikan, tidak juga diletakkan pada rupa paras kerana yang kurang pasti merasa dipinggirkan namun diletakkan kebahagiaan itu di HATI..ya, hati yang tenang ~tiada seorang pun didunia ini dinafikan haknya untuk tenang bukan? Jadi semua orang mempunyai peluang untuk bahagia.

…………………

sekali lagi ditanyakan..adakah kamu bahagia?
riak-riak resah mula bertamu..namun biar kutanyakan pada ketenangan jiwaku..kali ini aku menjawab pasti..
"ya, saya bahagia..saya pasti bahagia.. dan senyuman mula menguntum..~insya ALLAH!^_^

~YA ALLAH, indahnya kebahagiaan yang kau hadiahkan~terima kasih~

Saturday, March 17, 2012

tarbiyatul aulad


Bismillahirahmanirahim, Kali ni nak berkongsi sedikit tentang kanak-kanak.Kenapa pilih tajuk kanak-kanak ye? mungkin sebab terasa nak further psikologi kanak-kanak..banyaknya pilihan, kejap nak jadi kaunselor rumahtangga, kejap nak wat konsultan, kejap nak jadi ahli psikologi klinikal ..pening-pening
Sebagai ahli psikologi , saya suka wat eksperimen apa yang dipelajari dalam psikologi pada kanak-kanak kerana mereka ni jujur dan kita sangat mudah melihat ekspresi dan respons mereka yang ketara berbanding orang dewasa yang sangat sukar dibaca..memang rumit! Best belajar tentang kanak-kanak. adakalanya tak faham, tapi bila belajar dalam psikologi perkembangan, jenis tangisan bayi pun dipelajari, ada tangisan panjang, putus-putus, buat-buat ke, lapar atau sakit.
Kalau saya sedih atau rasa susah hati, saya suka cari masjid ,tempat yang lapang dan satu lagi feveret adalah cari kanak-kanak dan perhatikan  mereka. Kalau tak percaya, cuba try, rasa bahagia sangat kan?? kita akan gelak tak henti tengok gaya mereka. Tempat kegemaran saya masjid uia..sebab ramai sangat kanak-kanak..macam-macam gaya dan budaya ada ..meriah!
Tapi kanak-kanak zaman sekarang perkembangan otak mereka agak cepat berbanding anak-anak kecil zaman dahulu. anak classmate baru darjah 6. Dia dah pandai berbasa-basi n menjaga hati orang. Saya menjerit takut dengan lipas masa naik kereta ibunya..lepas tu adik tu terus cakap “coooomel la kak hazirah ni”sambil cubit pipi saya geram..padahal dia nak cakap “akak ni teruk betul lipas pun nak takut” tapi dia pandai cover ayat walaupun terlihat ketara oleh kami. kami semua tergelak..pandai nya dia cover ayat..mak dia pun mengakui..hurm,bijak-bijak!

~zaman kecik2:saya dan kak lang kat mekah~
Tarbiyah aulad
Sebab tu ibu bapa masa kini tak boleh ambil remeh dalam mendidik anak-anak. perlu tuntut ilmu sebab kanak-kanak masa kini lebih bijak berfikir bukan macam anak zaman dahulu lebih suka ikut sahaja.. kena hormati dan bijak meraikan pandangan anak-anak dan biar mereka explore sesuatu perkara tetapi dalam pantauan kita supaya dia jadi orang yang kreatif dan berinisiatif besar nanti.  
Boleh baca banyak buku-buku psikologi ibu bapa dan anak-anak, dalam buku tarbiyatul aulad fil islam karangan Abdullah Nasih Ulwan, beliau banyak menceritakan bagaimana kita nak mendidik anak-anak cara islam. 
Saya da try banyak kali pada anak-anak sedara saya. Kenapa kita cakap dengan seorang budak sekali je dia dah dengar berbanding orang lain yang guna leteran/marah2 /pukul dia pasti akan berdegil, menjerit dan mengamuk..sebab kanak-kanak  tu dah tahap boleh berfikir..kenapa tak petik suis rasional dia..
Ada banyak perkara yang ibu bapa perlu tahu tapi disini cuba tekankan satu perkara sahaja yang cukup penting Iaitu konsisten! Ia sangat dititikberatkan oleh pakar psikologi terhadap ibu bapa dalam mendidik anak-anak.
 kat bangladesh-lawat along
Konsisten
Konsisten ini sangat penting dalam modifikasi tingkahlaku. nak buat peneguhan, dendaan, pelenyapan habit dan apa jua tingkahlaku baik yang kita nak wujudkan dalam diri manusia semua boleh guna teknik-teknik psikologi yang ada, tapi jika tak KONSISTEN (ISTIQAMAH) semua teknik pun takkan berjaya. Dalam didik anak-anak, displin yang konsisten memberikan mereka rasa perasaan selamat dan stabil. inkonsistensi pula akan membuatkan anak-anak keliru dan dunia mereka jadi unpredictable.
Cth tak konsisten yang sering dilakukan ibu bapa. :
1)    cakap lain, buat lain- cth: kita cakap pada anak“kalau tak makan sayur tak boleh main basikal”.tapi bila kita rasa kesian, kita bagi jugak. patut kena tegas dan konsisten

2)    buat kenyataan yang kita tak maksudkan- cth: “kalau tak diam, abah berenti kereta, pi jalan kaki balik rumah!”-apa yang kita cakap biar kita benar-benar maksudkan, kalau tak anak tu buat main-main je nanti.

3)   penyataan yang berlebih-lebihan- cth: tak kemas mainan, tak boleh tengok tv  sampai bila-bila (err..logic ke cakap gitu)

4)  ubah ‘tidak’ kepada ‘ya”- ni terutamanya nak diamkan anak-anak yang menjerit-jerit kat kedai. Kalau kita tak mahu belikan mainan tu pada dia..kena tegas, jangan lepas tu bli pulak


5)  tak cek samada anak tu dah buat apa yang disuruh- cth: kita suruh dia kemas katil, terus gi cek, dan lagi baik terus bagi peneguhan pada dia, cth cium atau peluk dia..jangan tangguh-tangguh..ni akan buat anak sentiasa ambil serius dengan arahan kita dan rasa dihargai

6) incongruen/peraturan bercanggah- abah kasi makan askrim, ummi pula tak bagi..mana satu ni? patut pasangan kena sama-sama setuju pada satu-satu peraturan dan hormati, jangan remehkan peraturan yang ditetapkan pasangan anda kepada anak.


7)   tak maknakan sesuatu yang dikatakan - anak-anak ni menunggu je bila mak abah dia akan maknakan apa yang mereka kata. Cth :anak dia mencarut, “eippp, abah rotan kang”..tapi tak buat-buat pun.esok dia buat lagi..abah dia cakap yang sama tapi tak buat pun..

8) respon berbeza pada tingkahlaku yang sama- cth; adik sepahkan bilik, mak tak marah, kakak sepahkan bilik kena marah (ikut mood mak ketika itu, kalau rasa nak marah baru marah.patut kena konsisten.siapa pun sepahkan bilik kena marah)
pernah tgk kejadian ni berlaku..abah dia tertumpahkan air kopi mak dia buat donno je, anak dia tertumpahkan air kena tempeleng..eii geram rase tgk mak ayah camtu. Kesian budak tu, konpius dia..padahal benda yang sama..dua-duanya tak sengaja..patut layan anak tu cara yang sama..kalau nak nasihat anak, nasihat abah dia jugak..baru konsisten. 


>>masa belajar dalam kuliah, dah berangan camna nak didik anak sendiri..uhuh..memang susah sebenarnya nak didik anak, tanya mak abah masing-masing. Hebatnya mereka berjaya besarkan kita! ALLAH2X..
kisah saya sendiri:kecik2 mak abah konsisten pakaikan tudung sejak 2 tahun lagi..sampai darjah satu nak masuk lumba lari..mak dandan rambut..tetiba tanya mak.."lari tak kena pakai tudung ke?"..mak saya senyum "owh, kakak nak pakai tudung ye?" gitula mak abah saya didik konsisten sampai bila nak buka rasa segan walaupun kecik lagi..
kdg2 terpikir, kalau dah ada anak sendiri nanti, takmau langsung bagi mereka dijaga pada orang lain..sebab proses pembesaran anak –anak tu penting sangat dipantau, hurm,,kalau gitu, adakah perlu jadi suri rumah spenuh masa? persoalan yang membelenggu diri saya~wallahualam

 my brother-musthaqim^_^

Monday, February 27, 2012

~HAti KaTA RinDu~



Bismillahirahmanirahim~
Jarak 7 hari ini sedang menghantar saya ke daerah berbeza, menitipkan suatu perasaan aneh!  Rasa tenang, namun jiwa ini seakan-akan sunyi.. Mungkin suasana berbeza agaknya~ 
Ada sesuatu yang amat terasa kehilangannya..masakan tidak, setiap kali bertemu, ada sahaja buah bicaranya, tidak pernah kekontangan. Malah, hampir setiap malam di datangkan ‘penceramah bebas’ berbeza-beza memberi ‘tazkirah’ agar warga rumah beringat-ingat dengan masa dan mengurangkan amplitud suara masing-masing..dan kini saya jadi ralat bila suara-suara yang menghiasi awal pagi sehingga lena itu tiada..

sahabat meluahkan tadi, dahulu, selama  ni dia selalu rasa geram kerana suasana yang bising tapi kini, bila dah tak kedengaran, rasa macam tak lengkap~ saya tersenyum bersetuju^_^

Sehari sebelum berpindah, Sakinah minta temankan meeting “ hari ni mungkin hari terakhir orang menyusahkan zi, lepas ni takda dah…"
“Janji ke..hari ni je hari terakhir menyusahkan?? lain kali tak buat dah?’’ sengaja membalas sedang hati mula terjentik dengan kesedihan apabila mengitung hari. Fikiran saya mula terlontar jauh, pasti saya antaranya yang akan merindu kalian bila terpisah nanti. Rela kiranya esok dan hari- hari mendatang  untuk terus-terusan ‘disusahkan’, seandainya saban masa bisa bertemu kalian semua..

Bila sahabat-sahabat datang bilik semalam dan solat jemaah sama2, saya terharu sebenarnya, kami sentiasa meratib perkataan ‘rindu’ sahaja..sedangkan hari-hari jumpa. Tak dapat bayang bila betul2 berpisah nanti, insyaALLAH ..moga bila bertemu tidak jemu,  bila berpisah tidak gelisah~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


ukhwah
Pernah seorang  sahabat saya berkongsi, kita takkan rasa ukhwah bila kita tidak pernah memberi..
Fikiran saya menerawang memikirkan apakah selama saya bersahabat, saya banyak memberi atau saya hanya sekadar menerima..

Usrah bersama adik-adik baru-baru ini, buat  saya  menilai semula sejauh mana ukhwah kami...banyak rupanya yang masih tidak tahu tentang ‘ahli keluarga’ saya ni..baru kini, kami mula berkongsi hati ke hati… namun, ade juga yang berkisar tentang jodoh..isyh2 (padahal belum tahun akhir lagi^_^)

Bincang pasal tolong memasak waktu cuti je..namun dapat mencungkil pelbagai kisah yang tersimpan.. tabahnya adik-adik saya ni menghadapi kehilangan dalam hidup mereka..kenapalah ceritanya semua sedih-sedih, lebih-lebih lagi kami bakal berpisah kerana ada yang akan sambung belajar di mesir.. kalau tidak, setiap kali usrah asyik gelak aje..kali ni, suasana haru je..akhirnya, saya yang pertama  mengalirkan air mata,..semoga semua ‘ahli keluarga’ saya ni kuat-kuat aje, insyALLAH! 

Mungkin pengaruh perpisahan dengan teman-teman serumah membuatkan saya agak sensitif bila cerita tentang perpisahan..balik kolej, tiba-tiba Allah takdirkan jumpa rakan lama, rumate, kawan sekaki yang sentiasa lepak bersama zaman muda2 dulu..ukhwah dengan rakan-rakan yang satu ini laiiin sikit..kebetulan mereka semua ajak kenduri magi berjemaah....walaupun makanannya agak ‘grand’ dan ayat rutin  yang mereka suka pulangkan, “susah nak jumpa..maklumla orang sibuk..” rasa nak berdarah telinga dengar, namun perasaannya cukup menghiburkan ,hampir setahun lebih tak bersama.. mode sedih tadi bertukar ceria seketika ..
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Perjuangan~
Kebelakangan ini, butir bicara kami senantiasa sahaja berkisarkan ukhwah, perjuangan, perpisahan. gumpalan kerisauan membayangi langkah ke medan akan datang, lebih-lebih lagi di tahun akhir pengajian, harapan untuk terus thabat dan istiqamah walau nanti watak-watak, plot dan latarnya pasti saja berbeza. 

Seputar  hampir  4 tahun dalam jemaah , saya tak tahu apa yang saya dah berikan.. Apa yang saya tahu, saya beruntung menerima begitu banyak kebaikan, bersyukur sangat-sangat kerana ALLAH beri peluang pada insan yang kerdil ini untuk bersama dalam gerakan ISLAM..pun begitu adakalanya rasa teruji dan diuji itu ada, namun ikatan rabithah inilah yang sentiasa menjadi nadi kekuatan dalam perjuangan..

Buat sahabat2 yang dikasihi, akhir-akhir ini, kalian sering menduga apa perasaan masing-masing kini setelah berjauhan dengan pertanyaan-pertanyan yang mengharukan..biar saja saya mengaku mungkin sayalah yang pertama merasa rindu dan saya hanya mampu mencoretkan dengan tulisan ini.. Biar  saja cinta ALLAH jadi penghubung cinta kita. Pasti hati kita senantiasa dekat walau jasad jua jarak kita terpisah jauh.

~Moga bunga-bunga ukhwah kita yang bertangkaikan aQidah dan berhiaskan perjuangan ISLAM ini sentiasa segar mewangi dalam jambangan cinta NYA~


~~mode penulis: tengah rindu jemaah talam, usrah, halaqah ilmi, leteran, riuh rendah suara sahabat2 ms~ moga saat indah ini akan berulang lagi ^_^

Sunday, February 26, 2012

~ape-ape je~


Salam alaik....baru tadi membelek-belek isi perut laptop sebelum di format, terjumpe gambar-gambar komik yg dilukis sem lepas..jadi  saje2 postkan di cni.. (ntah ape je tajuk die kan..xde idea sebenarnya (^_^)...moga ada manfaatnya, insyaALLAH~










LinkWithin

Related Posts with Thumbnails